PELATIHAN PENANGANAN PENYAKIT TERNAK KAMBING DAN DOMBA

Pelatihan Penanganan Penyakit Pada Ternak Kambing dan Domba

IPPHTI Pangandaran mengadakan pelatihan-pelatihan diantaranya pelatihan penanganan penyakit pada ternak kambing dan domba. Pelatihan tersebut bertujuan agar peternak tidak tergantung pada mantri hewan ataupun dokter hewan jika mengalami sakit pada ternaknya, selain itu peternak juga dapat menambah wawasan/pengetahuan tentang bagaimana cara menangani penyakit pada ternak kambing dan domba. IPPHTI Pangandaran memberikan pelatihan pada peternak kambing dan domba di Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut, Kab. Cilacap-Jawa Tengah. Pelatihan yang dilakukan adalah sebagai berikut :

1. Penanganan Penyakit Gudig/Kudis dengan cara penyuntikan.
 a. gambar peralatan dan obat-obatan
ipphti Pangandaran pelatihan ternak

b. bulu-bulu bagian leher atas dicukur
ipphti Pangandaran pelatihan ternak

 c. penyuntikan dilakukan pada leher bagian atas atau subkutan (dibawah kulit diatas daging)
ipphti Pangandaran pelatihan ternak

ipphti Pangandaran pelatihan ternak

ipphti Pangandaran pelatihan ternak
Obat yang digunakan untuk penyuntikan yaitu WOMEKTIN / IPOMEK (merk dagang) dosis yang digunakan sesuai pada label kemasan.


2.  Penanganan Penyakit Gudig/Kudis dengan cara tradisional.

Selain pengobatan dalam atau dengan penyuntikan, penyakit kudis/gudig dapat pula dilakukan dengan cara tradisional. Bahan-bahan yang digunakan yaitu :bawang merah, cuka, oli bekas. bawang merah dihaluskan dengan cara ditumbuk setelah halus tambahkan cuka dan oli bekas secukupnya aduk hingga tercampur merata.
cara pengobatannya :
a. bersihkan kulit kambing/domba yang terken kudis/gudik, bila perlu kerok dengan sendok supaya rontok kudis/gudig.
b. balurkan obat tradisional pada bagian kulit yang terkena kudis/gudig hingga merata.

ipphti Pangandaran pelatihan ternak


Selain pengobatan dalam dan luar, perlu juga menjaga kebersihan kandang agar ternak terjaga kesehatannya dan terhindar dari penyakit.

PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN

PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN

Banyak orang berpikir bahwa menanam sayuran membutuhkan lahan yang luas dan biyaya yang mahal, akan tetapi Kelompok Tani  di Desa Ciganjeng, Kab. Pangandaran-Jawa Barat dan Desa Ujungalang, Kab. Cilacap-Jawa Tengah bersama-sama dengan IPPHTI Pangandaran berusaha untuk membuktikan bahwa menanam sayuran itu cukup di lahan pekarangan atau halaman rumah dan biaya yang cukup terjangkau.

Bahan-bahan yang digunakan untuk menanam sayuran sangat beragam, seperti polybag yang dibeli di toko hingga memanfaatkan limbah seperti botol pastik bekas, ember bekas, kaleng bekas, palstik bekas kopi instan, paltik bekas minyak goreng, paltik bekas detrjen bubuk dan masih banyak macamnya.

Media untuk  tanam memanfaatkan dari sumber daya alam sekitar seperti tanah, kotoran ternak, sekam padi yang dibakar dan jerami yang dikomposkan. Media tersebutpun berfungsi sebagai pupuk, selain pupuk organic padat digunakan juga pupuk organic cair yang dibuat oleh petani yang memanfaatkan limbah rumah tangga seperti air cucian beras, tulang-tulang ikan, nasi basi, air kencing ternak hingga air kencing manusia dan lain-lain.

Terbukti dengan menanam sayuran halaman rumah atau lahan pekarangan dapat memenuhi kebutuhan gizi anggota keluarga dari sayuran tersebut dan tidak sedikit pula anggota kelompok tani yang menjual sayuran ke rumah makan hingga restoran-restoran sekitar, sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga.